Kelebihan dan Kelemahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kelebihan KTSP
a. Mendorong
terwujudnya otonomi sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan.
Dalam
mewujudkan otonomi sekolah yaitu disini sekolah memiliki wewenan penuh dalam
mengembangkan kurikulum KTSP tersebut, artinya sekolah bebas mengembangkan apa
yang akan dibelajarkan kepada peserta didik dan sekolah bisa menyesuaikan dengan keadaan sekolah seperti
fasilitas (sarana dan prasarana sekolah) atau sesuai dengan kearifan lokal.
b. Mendorong
para guru, kepala sekolah dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan
kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
Guru-guru
serta pihak manajemen sekolah lainnya saling bekerja sama dalam mengembangkan
kurikulum KTSP tersebut sesuai dengan tujuan sekolah yang ingin dicapai. Dalam
kurikulum KTSP yang di dasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar
kemudian guru diberi wewan dalam mengembangkan indicator dan materi ajar sesuai
dengan standar penilaian yang telah ditentukan terlebih dahulu.
c. KTSP
memungkinkan bagi setiap sekolah untuk mengembangkan dan menitikberatkan pada
mata pelajaran tertentu yang sesuai
dengan kebutuhan peserta didik.
Menenai
hal tersebut yaitu kurikulum KTSP lebih
menekankan pada pengembangan mata pelajaran yang sesuai dengan lingkungannya
atau kearifan local sekolah tersebut yang bertujuan untuk mengembangkan potesi
yang dimiliki peserta didik.
d. Kurikulum
KTSP menekankan pada aspek kompetensi yang diharapkan akan menghasilkan
lulusan yang lebih baik dan siap menghadapi kehidupan dalam masyarakat.
KTSP lebih focus pada pengembangan seluruh
kompetensi peserta didik
yang mencakup ranah
kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Sekolah
serta manajemen sekolah termasuk para guru memiliki tugas untuk membangun dan
mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik seperti pengetahuan,
sikap dan tingkah laku. Dengan begitu sekolah dapat menciptakan peserta didik
yang lebih baik dan lebih mengetahui kehidupan dalam bermasyarakat.
Kelemahan KTSP
a. Isi dan
pesan-pesan kurikulum masih terlalu padat,
yang ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang
keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.
kurikulum
KTSP memiliki banyak mata pelajaran yang terbagi-bagi dengan waktu pelajaran yang
sedikit sehingga hal ini sagat membebani peserta didik karena harus terbagi
pikiran, serta membuat guru lebih berfokus pada teori atau menuntun ke kognitif
saja, hal yang sering dilakukan oleh guru adalah berceramah sehingga
pembelajaran menjadi kurang maksimal.
b. Kompetensi yang
dikembangkan lebih didominasi
oleh aspek pengetahuan, belum
sepenuhnya menggambarkan
pribadi peserta didik
(pengetahuan, keterampilan, dan sikap).
setiap
peserta didik memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda-beda. Ada peserta didik
yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, biasa-biasa saja bahkan lebih
rendah. Untuk menyikapi hal tersebut guru lebih berperan penting dalam
menyikapi permasalahan seperti ini, guru harus mengenali setiap perilaku yang
dimiliki oleh peserta didiknya, guru yang memiliki peranan penting dalam membatu
peserta didik dalam mengembangkan setiap potensi yang dimiliki peserta didik
seperti pengetahuan,keterampilan dan sikap.
c. Implementasi Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan masih belum
optimal dalam pelaksanaan
mengenai
hal ini yaitu pada kurikulum KTSP kenapa belum optimal? Karena guru yang lebih
aktif atau lebih mendominasi dalam kegiatan proses belajar mengajar di dalam
kelas (teacher center), sehingga
siswa yang hanya mendengarkan penjelasan guru saja menjadi pasif didalam kelas.
Guru seharusnya lebih kreatif dalam mengajar sehinggan tidak menjadikan kelas
pasif, guru bisa menggunakan berbagai model pembelajaran yang membuat peserta
didik lebih aktif.
d. Evaluasi yang
digunakan masih terfokus
pada ranah kognitif saja,
sementara untuk ranah afektif dan
psikomotorik masih belum terlaksana dengan sempurna.
guru
sering memberikan sebuah evaluasi kepada siswa yang berpusat pada kognitif
saja, jaran sekali gur melakukan sebua evaluasi yang berkautan dengan afektif
dan psikomotorik siswa. Sehingga kurikulum ini belu terlaksana denga sempurna.
e. Beban belajar
mata pelajaran PAI
hanya sedikit, dalam waktu satu minggu hanya 2 jam
pembelajaran.
kurikulum KTSP
memberikan jam pelajaran lebih sedikit pada mata pelajaran PAI sehingga siswa
pemberian pengetahuan mengenai ajaran agam lebih sedikit kepada siswa.
Komentar
Posting Komentar